Skip to main content
Uji anti bakteri pada cacing tanah (lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan bakteri salmo

Cacing tanah telah banyak diteliti oleh beberapa ahli mengenai kandungan dan khasiat di dalamnya. Cacing tanah jenis Lumbricus rubellus sangat mudah ditemukan di Indonesia, cacing ini mengandung  senyawa lumbricin yang berfungsi sebagai antibakteri, hewan ini juga sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan tifus oleh masyarakat.

Salmonella typhi merupakan salah satu bakteri patogen yang menyebabkan infeksi pada hewan maupun manusia, yang menyebabkan demam tifoid. Bakteri  ini termasuk enterobaktericeae, berbentuk batang, pada pengecatan gram bersifat gram negatif, pada pembenihan hampir tidak pernah meragi laktosa atau sukrosa, bakteri ini membentuk asam, tidak membentuk gas dan biasanya membentuk H2S.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperiment laboratories, yang bertujuan untuk mengetahui kadar bunuh minimal(KBM) larutan Tepung Cacing Tanah. Larutan TCT dibuat beberapa konsentrasi yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Pada hasil penelitian didapatkan pada konsentrasi 10% sampai 80% tidak berhasil membunuh atau menghambat pertumbuhan Salmonella typhi sehingga KBM negatif. Sedangkan pada konsentrasi 90% dan 100% berhasil membunuh kuman sehingga KBM positif.